JOGOTIRTO – Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat dan sebagai lingkungan pertama yang merupakan tempat belajar bagi yang utama dalam pembinaan tumbuh kembang anak, menanamkan nilai-nilai moral dan pembentukan kepribadian anak. Hanya keluarga yang berketahanan dapat menepis pengaruh negatif dari luar. Keluarga berketahanan yang mampu menerapkan fungsi-fungsi keluarga dapat menjadi landasan dalam mewujudkan keluarga bahagia sejahtera.
Dalam rangka meningkatkan keluarga sejahtera dari PLKB Kapanewon Berbah menyelenggarakan acara Pelatihan kader Bina Keluarga Sejahtera pada hari Senin-Selasa, 20 – 21 Maret 2023 di ruang rapat Kalurahan Jogotirto dengan dihadiri perwakilan kader kader BKL, BKR, BKB dan Kader PKK. Rangkain acara tersebut dihadiri oleh Panewu Berbah, Kepala Puskesmas Berbah, Lurah Jogotirto dan PLKB Kapanewon Berbah. Narasumber penyampaian materi dari PLKB Kapanewon Berbah dan dari Puskesmas Berbah.
dr Hari Pratono M.Kes selaku Kepala Puskesmas Berbah menyampaikan materi lansia sehat dan mandiri. Untuk menuju lansia sehat dan mandiri perlu dilakukan 7 langkah yaitu excercise, nutrisi, istirahat dan tidur, medikal cek up periodik, perilaku beresiko tinggi, spiritual dan psikososial.
Atika Hani, PLKB Kapanewon Berbah dalam penyampaian materi terkait lansia tangguh. Lansia tangguh merupakan seseorang atau kelompok lansia yang tetap sehat (secara fisik, sosial, dan mental) mandiri, aktif, dan produktif. “Mewujudkan lansia tangguh perlu di perhatikan 7 dimensi yaitu Spiritual, Intelektual, fisik, emosional, sosial kemasyarakatan, professional vokasional, dan lingkungan”
Liawati, S,Psi, Psikolog Puskesmas Berbah menyampaikan materi Bahaya dan Pencegahan Penyalahgunaan Napza dan Kenakalan Remaja. Peran Keluarga menjadi penting karena keluarga adalah wahana utama dan pertama untuk mengembangkan potensi keluarga dan mengembangkan sosial ekonomi keluarga. Keluarga merupakan sel suatu bangsa. Jika sel-sel tersebut tidak kokoh maka kehidupan suatu bangsa menjadi rapuh.
Burhan Harahap, S,Sos Penyuluh Kb Ahli Muda Kabupaten Sleman dalam penyampaian materi terkait Bina Keluarga Remaja (BKR) dengan tema “Mekanisme Pengelolaan Bina Keluarga Remaja” menyoroti peran orangtua dalam membina remaja yaitu sebagai pendidik, sebagai panutan, sebagai pendamping, sebagai konselor, sebagai komunikator dan sebagai teman/ sahabat. Orang tua harus dapat menjalin hubungan yang harmonis dengan remaja.
.
