JOGOTIRTO – Posluhkal (Pos Penyuluhan Kalurahan) Jogotirto, Berbah yang beranggotakan kurang lebih 20 orang ini dipercaya oleh Kalurahan Jogotirto dalam mengelola demplot Sekolah Lapang Bawang Merah seluas 2.000 m2 dengan menggunakan tanah kas pelungguh ulu-ulu Kalurahan Jogotirto, Maryadi, A.Md. Posluhkal Kalurahan Jogotirto dibentuk pada bulan Juni tahun 2023 dan diberikan SK Kalurahan oleh Mitha Mayasari, S.Psi selaku Lurah Jogotirto dan segala pembiayaannya yang berasal dari Kalurahan Jogotirto. Kegiatan yang dipercayakan pertama kali adalah demplot bawang merah ini yang dilaksanakan mulai bulan Juni sampai dengan bulan Agustus tahun 2024 ini.
Panen raya bawang merah ini dilakukan secara simbolis dengan mengundang berbagai macam elemen kelembagaan di Kalurahan Jogotirto, diantaranya Pamong kalurahan; Kapanewon; Dukuh; Karang taruna; PKK; Kelompok ternak; Kelompok wanita tani; Linmas; BPKal; LPM; UMKM; Polsek; Koramil serta masyarakat setempat (Dusun Sentonorejo, Blambangan) yang dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus 2024 bersama dengan Bupati Sleman.
Berdasarkan hasil ubinan (1mx1m), bawang merah menghasilkan rata-rata 3 kg, sehingga demplot posluhkal seluas 2.000m2 diperkirakan bisa menghasilkan sekitar 3.900kg bawang merah, sehingga terdapat potensi yg lebih dengan budidaya hortikultura, utamanya komoditas bawang merah dibandingkan dengan komoditas padi. Dengan hasil yang menjanjikan ini, jika dihitung dengan penjualan Rp.12.000,00/kg, maka diperoleh pemasukan Rp. 48.600.000,00; sedangkan pengeluaran Rp.28.108.000,00, sehingga keuntungan yang diperoleh sekitar Rp. 18.592.000,00.
Berdasarkan hasil tersebut, berarti ada potensi di MT III ini pada lahan sawah Jogotirto seluas 312 Ha untuk ditanami komoditas hortikultura (bawang merah) dengan hasil yang lebih tinggi dalam rangka mencetak petani millenial, dan menambah minat kaum muda untuk berkecimpung dalam dunia pertanian. Adapun kendala yang dihadapi yaitu serangan OPT berupa serangan jamur, karena walaupun dibudidaya pada musim kemarau, masih ada hujan turun pada malam hari yang membuat kelembapan tinggi, sehingga ,memicu perkembangan jamur yang menyerang pada pucuk daun yang terlihat dengan tanda-tanda mengering.
Kendala yang lain diantaranya harga bawang merah yang rendah, karena pada bulan-bulan ini daerah sentra bawang merah, seperti Kabupaten Bantul juga banyak yang panen yang mengakibatkan harga menjadi turun, sedangkan untuk pangsa pasar, juga belulm luas, baru berdasarkan pesanan dari masyarakat dari warga sekitar, sehingga belum banyak. Titik kumpul hortikultura juga belum dapat menampung bawang merah yang dijual segar.
Rencana kedepan, dilakukan perencanaan waktu yang tepat dalam budidaya, yaitu pada penentuan bulan penanaman, sehingga diharapkan memperoleh harga yang baik/tinggi. Semangat Posluhkal Jogotirto meningkat bersamaan dengan diberikannya nama oleh Bupati Sleman, Hj. Kustini Sri Purnomo sehingga membuat bangga seluruh anggota Posluhkal atas apresiasi beliau dalam mendukung kegiatan pertanian yang diupayakan di Sleman. Nama Posluhkal menjadi “ Posluhkal Nawasena Jogotirto” yang ditulis dalam piagam yang ditanda tangani oleh beliau sebagai bukti dukungan langsung diberikan kepada Poslukal ini. Maju terus Jogotirto dalam mengembangkan pertanian.
