Maklumat No. 5 Th. 1948 Pemerintah Daerah Istimewa Negara Republik Indonesia Jogjakarta (Kasultanan dan Paku Alaman)

    Tentang hal perobahan daerah-daerah kalurahan dan nama-namanja Dalam Pasal 1, salah satunya berbunyi: “Kabupaten Sleman dulu dibahagi mendjadi 262 kalurahan, sekarang mendjadi 86 kalurahan” Mengenai Kalurahan Jogotirto: Sekarang: Kalurahan Djagatirta (80) Dulu: Kalurahan Djaragung (251) Kalurahan Bulu (252) Kalurahan Djagamangsan (253) File terlampir: Manuskrip 86 Kalurahan di Kab. Sleman

    Read More

      Reruntuhan Gua Jepang Wot Galeh

      Reruntuhan Gua Jepang Wot Galeh berbahan dasar Bata Merah Yang Mana Bahan Baku Ini Juga Mirip Dengan Gua Jepang Pengklik. Diperkirakan Gua Dibangun Sebagai Salah Satu Media Pertahanan/ Kamuflase yang di buat saat masa pendudukan Jepang di wilayah Indonesia, antara tahun 1942 sampai 1945. Gua Jepang Berada Di Timur Masjid Sulthoni Wotgaleh Dan Masuk Kedalam…

      Read More

        Sumur Kantor Kelurahan Jogotirto

        Area kantor kelurahan Jogotirto dulunya merupakan rumah pegawai pabrik gula kalasan. Dari seluruh komponen bangunan hanya sumur yang masih asli. Sumur terletak di area kantor kelurahan Jogotirto sebelah selatan. Sumur sampai saat ini masih digunakan untuk mengambil air. Sumur berbentuk lingkaran dengan tinggi mulut sekitar 40 cm. Sumur memiliki 2 tiang kantrol di sebelah kanan…

        Read More

          Komplek Pemakaman Keluarga Mangunjayan

          Merupakan kompleks pemakaman dari bupati Sleman pertama yakni KRT. Pringgodiningrat dan keturunannya. KRT. Pringgodiningrat menjabat menjadi bupati Sleman pada tahun 1945-1947. Sebelum menjabat menjadi bupati Sleman, KRT. Pringgodiningrat pernah menjabat menjadi Bupati Gunung Kidul di tahun 1925-1935 dan Bupati Kulon Progo di tahun 1936-1935. Komplek pemakaman terdiri dari Joglo dan pagar yang semua komponen masih…

          Read More

            Layangan (layang-layang)

            Layang-layang adalah sejenis permainan yang dimainkan oleh anak-anak maupun orang dewasa. Pada umumnya layang-layang ini dimainkan pada musim angin kencang karena apabila tidak ada angin, layang-layang tersebut tidak bisa naik. Oleh sebab itu, peranan angin sangat besar untuk bermain layang-layang. Cara Membuat Layangan • memotong batang bambunya. Kamu bisa memotong bambu menggunakan gergaji. Potonglah menyerupai…

            Read More

              Nekeran/Gundu/Kelereng

              Bisa dimainkan secara sederhana, misal hanya dengan 1 buah kelereng (gacoan) per pemain. Pemain saling mengincar kelereng lawan secara bergantian, barangsiapa yang berhasil mengenai kelereng milik lawan pada saat gilirannya, dialah yang menang hingga ditemukan satu pemenang. Kelereng dimainkan/diarahkan dengan cara menyelentik. Jika ingin bermain dengan banyak kelereng juga bisa. Masing-masing pemain memilih satu kelereng…

              Read More

                Bas-Basan / Dham-Dhaman

                Merupakan permainan tradisional yang menggunakan bidang petak-petak semacam papan catur, yang disebut dham-dhaman. Petak-petak dibagi menjadi tiga ruang, dua ruang puncak, dan satu ruang badan. Ruang itu dianggap sebagai daerah kekuasan. Tiap daerah kekuasaan tersebut dihuni oleh satu kelompok, yang terdiri dari 20 prajurit. Masing-masing kelompok prajurit dilambangkan dengan biji sawo (kecik) dan biji asam…

                Read More

                  Bekel

                  Bekel atau beklen merupakan permainan adu ketangkasan antara 2 atau 4 orang anak, berumur antara 7-12 tahun. Tempat untuk bermain dapat dilakukan di ruang yang terbuka ataupun tertutup. Alat yang digunakan dalam permainan ini adalah bola bekel berdiameter 3 cm dan kulit kerang atau kewuk yang berjumlah 10 buah. Kewuk yang dianggap bagus berwarna kekuningan…

                  Read More

                    Nglarak Blarak / Nglabrak / Blarak Jambe

                    Nglarak blarak atau nglabrak merupakan sebuah permainan tradisional sejenis pacuan kereta berbahan dasar pelepah kelapa asli. Awalnya, permainan ini bersifat tradisi dan hanya ada dan dimainkan oleh anak-anak desa di Area Perbukitan Menoreh saja. Secara fisik permainan nglabrak menggunakan bahan dasar blarak atau pelepah daun kelapa yang memang masih alami. Blarak sendiri masih terdapat lidi,…

                    Read More

                      Boi-Boinan

                      Permainan boi-boinan ini dapat dimainkan menggunakan alat sederhana, yaitu bola kasti atau kertas yang dibentuk seperti bola lalu dibungkus plastik sebagai pengganti bola kasti dan pecahan genteng kecil. Permainan ini dimainkan oleh dua tim, satu tim sebagai tim pelempar dan lainnya sebagai tim penjaga. Tim pelempar bertugas untuk melempar bola dan meruntuhkan tumpukan genteng dari…

                      Read More